SIDANG PENCURIAN KABEL TELKOM DEPOK

Purnayudhaonline.com Depok. Kota Kembang Selasa (10/03/2020) Sidang ke dua terhadap kasus pencurian kabel Telkom kembali dilaksanakan di pengadilan negeri Depok. Pada sidang yang berlangsung Selasa sore Jaksa Penuntut umum (JPU) menghadirkan 4 orang saksi dari pelapor dalam hal ini Telkom Indonesia.

Ada yang aneh dari persidangan kali ini, dimana dari ke empat saksi yang di hadirkan oleh JPU semua memberikan jawaban terhadap pertanyaan dari hakim sangat bertolak belakang dengan hasil BAP yang di keluarkan oleh kepolisian metro Depok dalam hal ini Polsek (Cimanggis).

Ke empat saksi tersebut adalah: 1. Sudaryo (asisten manager PT.Telkom). 2. Ahmad Kusnadi (Security), Zakaria Yahya (Security). 4. Dedi Syaiful (Danru) Komandan regu. Dari ke empat saksi tersebut tidak ada satupun keterangan yang sesuai dengan hasil BAP.

Dalam BAP di jelaskan bahwa merekalah yang mengamankan pelaku pencurian terhadap kabel milik Tekom sepanjang 480 meter tersebut, yaitu: Sanin Bin Thohir, sementara pada kesaksian mereka ber empat pada sidang kali ini mengatakan tidak pernah mengenal pelaku bahkan melihat wajah pelaku pun mereka baru saat sidang kali ini.

Jawaban ke empat saksi pelapor ini sempat membuat para hakim dan jaksa penuntut umum pun geleng-geleng kepala, ada apa sebenarnya yang terjadi dengan kasus yang di sangkakan pada Sanin bin Thohir dan akhirnya hakim pun menutup sidang ke ke dua kasus pencurian kabel Telkom tersebut.

Sidang di lanjut Selasa pekan depan dengan agenda menghadirkan penyidik dari Polsek Cimanggis.

Selesai penundaan sidang, penasehat hukum terdakwa Sanin bin Thohir mengatakan pada purnayudhaonline.com yang ikut mengawal sidang kasus yang janggal ini dari awal mengungkapkan rasa kecewa serta dan akan mengusut sampai tuntas kasus ini sampai di temukan dalang (Aktor) di balik kasus ini.

“Kami miris melihat fakta persidangan hari ini dimana keterangan dari empat saksi yang di hadirkan oleh JPU bertentangan dengan hasil BAP yang di buat oleh kepolisian,”ujar Rahmat Lubis, SH., MH salah satu penasehat hukum terdakwa.

“Dengan mengacu pada hasil persidangan kali ini membuat kami semakin bersemangat untuk menuntaskan kasus ini, kami akan cari aktor intelektual dari kasus ini”, lanjut Rahmat.

Senada dengan penasehat hukum lainnya Ratna Wening Purbawati, SH., MH. menegaskan”, Jelas ini sebuah rekayasa, mulai dari keterangan sampai dengan barang bukti yang ada di Polsek Cimanggis tidak ada yang singkron”, tandas Ratna.
(Miftah hul haqem)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GO